Katarak bukan akhir dari segalanya. Dengan pemeriksaan yang tepat dan penanganan sesuai indikasi medis, penglihatan dapat kembali membaik dan kualitas hidup pasien meningkat.
Katarak merupakan salah satu gangguan penglihatan yang sering dialami seiring bertambahnya usia. Kondisi ini terjadi ketika lensa mata yang semula jernih menjadi keruh sehingga penglihatan tampak buram, warna terlihat lebih redup, dan mata lebih sensitif terhadap cahaya.
Dalam program Ngobrol Kesehatan (Ngobres) bersama KMN Care di Heartline Radio 100,6 FM, dr. Marsya Rayfa Pintari, Sp.M, dokter spesialis mata membahas secara lengkap mengenai penanganan katarak, teknologi operasi modern, proses pemulihan, hingga pentingnya pemeriksaan mata secara berkala.
Mengenal Gejala Katarak Sejak Dini
Katarak terjadi ketika lensa mata mengalami perubahan dan kehilangan kejernihannya. Kondisi ini umumnya berkembang secara bertahap seiring proses penuaan, tetapi juga dapat terjadi pada usia lebih muda, bahkan sejak lahir.
Menurut dr. Marsya, terdapat sejumlah gejala yang perlu diwaspadai, antara lain:
- Penglihatan mulai buram atau berkabut.
- Mata terasa silau, terutama saat berkendara pada malam hari.
- Sering mengganti kacamata karena penglihatan terus berubah.
- Warna terlihat lebih redup atau kekuningan.
- Ketajaman penglihatan menurun sehingga aktivitas sehari-hari terganggu.
Meski demikian, gejala-gejala tersebut tidak selalu menandakan katarak. Mata perih, berair, atau terasa tidak nyaman juga dapat disebabkan oleh kondisi lain. Karena itu, pemeriksaan oleh dokter spesialis mata diperlukan untuk memastikan diagnosis dan menentukan penanganan yang sesuai.
Apakah Semua Katarak Harus Dioperasi?
Tidak semua katarak harus langsung menjalani operasi. Keputusan untuk melakukan tindakan ditentukan berdasarkan kondisi lensa mata, tingkat penurunan penglihatan, keluhan pasien, serta risiko komplikasi apabila katarak dibiarkan.
Jika katarak masih ringan dan belum mengganggu aktivitas secara berarti, dokter dapat menyarankan pemantauan berkala. Namun, apabila katarak mulai menghambat kegiatan sehari-hari atau kondisinya berisiko menimbulkan komplikasi, operasi dapat direkomendasikan.
“Jadi, sebenarnya kita harus melihat risiko dan manfaatnya,” jelas dr. Marsya dalam perbincangan tersebut.
Pasien tidak perlu menunggu hingga katarak benar-benar matang atau mengeras sebelum menjalani operasi. Katarak yang semakin padat dapat membuat prosedur operasi lebih sulit dan meningkatkan risiko komplikasi tertentu.
Oleh karena itu, waktu operasi sebaiknya ditentukan melalui pemeriksaan dan konsultasi dengan dokter spesialis mata, bukan semata-mata berdasarkan tingkat kematangan katarak.
Benarkah Katarak Bisa Disembuhkan dengan Obat Tetes Mata?
Hingga saat ini, belum ada obat tetes mata yang terbukti dapat menghilangkan katarak yang sudah terbentuk. Penanganan definitif untuk katarak yang memerlukan tindakan adalah operasi, yaitu mengangkat lensa yang keruh dan menggantinya dengan lensa buatan.
Dr. Marsya juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap produk yang mengklaim dapat mencegah atau menyembuhkan katarak, terutama obat tetes mata racikan yang tidak jelas kandungan dan keamanannya.
Penggunaan obat tanpa pemeriksaan medis berisiko menyebabkan masalah baru dan menunda penanganan yang sebenarnya diperlukan.
Untuk mengurangi risiko gangguan mata, masyarakat dianjurkan menjaga kesehatan secara umum, mengendalikan penyakit seperti diabetes, menerapkan pola hidup sehat, serta menjalani pemeriksaan mata secara berkala.
Teknologi Operasi Katarak Modern: Sayatan Kecil Tanpa Jahitan
Perkembangan teknologi telah membuat operasi katarak semakin modern. Salah satu teknik yang digunakan adalah fakoemulsifikasi (phacoemulsification).
Pada teknik ini, dokter membuat sayatan kecil pada mata, kemudian menggunakan alat khusus untuk memecah dan mengeluarkan lensa yang keruh. Setelah itu, lensa tersebut diganti dengan lensa buatan atau lensa intraokular.
Karena sayatannya kecil, prosedur ini umumnya tidak memerlukan jahitan. Proses penyembuhan juga dapat berlangsung lebih cepat dibandingkan teknik operasi konvensional dengan sayatan yang lebih besar.
Meski demikian, hasil dan risiko operasi tetap dipengaruhi oleh kondisi mata, tingkat kepadatan katarak, serta faktor kesehatan pasien secara keseluruhan.
Berapa Lama Operasi dan Pemulihan Katarak?
Menurut penjelasan dr. Marsya, durasi operasi katarak bervariasi, bergantung pada tingkat kesulitan dan kondisi masing-masing pasien. Dalam kasus yang relatif mudah, tindakan dapat berlangsung sekitar 15 menit, sedangkan kasus lain dapat membutuhkan waktu 30–45 menit atau lebih.
Operasi katarak umumnya dilakukan dengan pembiusan lokal, sering kali menggunakan obat tetes mata. Pasien biasanya tetap sadar selama tindakan, tetapi tidak merasakan nyeri yang berarti. Sebagian pasien mungkin merasakan tekanan ringan atau silau selama prosedur berlangsung.
Operasi ini umumnya dapat dilakukan sebagai tindakan rawat jalan, sehingga pasien bisa pulang pada hari







