Tampilkan postingan dengan label keluarga Radio Heartline. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keluarga Radio Heartline. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Februari 2026

Satu Atap, Dua Dunia: Saat Keluarga Terlihat Utuh tapi Hati Berjarak



Di luar tampak baik-baik saja. Ayah bekerja, ibu mengurus rumah atau kariernya, anak-anak sekolah dan tumbuh seperti biasa. Tidak ada perceraian, tidak ada konflik besar yang terdengar ke tetangga. Namun diam-diam, ada jarak yang tak kasat mata. Makan bersama tanpa percakapan berarti, duduk satu ruangan tapi sibuk dengan gawai masing-masing, atau berbicara hanya seperlunya. Inilah potret keluarga yang terlihat utuh, tetapi hatinya berjalan sendiri-sendiri.

Fenomena ini semakin sering terjadi di era digital. Teknologi yang seharusnya mendekatkan justru sering menciptakan ruang privat berlebihan di dalam rumah. Suami dan istri tenggelam dalam pekerjaan dan media sosial, anak-anak larut dalam dunia pertemanan dan game. Tanpa disadari, momen kecil seperti bercanda di meja makan atau berbagi cerita sebelum tidur perlahan menghilang. Ketika komunikasi hanya sebatas informasi, bukan lagi koneksi, hubungan emosional pun mulai menipis.

Yang membuat situasi ini berbahaya adalah karena ia terasa “normal”. Banyak pasangan menganggap wajar jika pernikahan tak lagi sehangat dulu. Banyak orang tua memaklumi jika anak lebih nyaman bercerita pada teman dibanding keluarga. Padahal, hubungan yang dibiarkan dingin tanpa usaha memperbaiki bisa berubah menjadi kebiasaan yang sulit dipulihkan. Keluarga bukan hanya soal tinggal bersama, melainkan tentang merasa didengar, dihargai, dan dipahami.

Membangun kembali kehangatan tidak selalu membutuhkan langkah besar. Kadang cukup dengan bertanya, “Apa yang membuatmu nyaman di rumah ini?” atau menyediakan waktu khusus tanpa gangguan gawai. Mendengarkan tanpa menghakimi, hadir tanpa menggurui, dan memberi ruang tanpa kehilangan kedekatan adalah kunci agar rumah tetap menjadi tempat pulang yang dirindukan. Karena pada akhirnya, keluarga yang benar-benar utuh adalah keluarga yang hatinya saling terhubung.


sumber : Sketsa Keluarga Indonesia - Radio Heartline Tangerang

Ramah Tapi Berbahaya: Mengenal Child Grooming yang Mengintai Anak Kita

  Banyak orang tua membayangkan ancaman terhadap anak datang dari sosok asing yang mencurigakan. Padahal, child grooming sering hadir denga...