Bahasa Pergaulan Vs Bahasa Baku
Cikarang-www.manuntunaruan.blogspot.com
– Sejak tahun 1980 bahasa pergaulan menjadi atau bahasa prokem menjadi sorotan
yang menjadi salah satu sorotan orang tua dalam perkembangan anakNya
dilingkungan. Bahasa prokem merupakan bahasa yang berkembang di lingkungan anak
muda. Bahasa Prokem atau bahasa pergaulan sebagai sandi dan sarana komunikasi
dikalangan remaja dan pemuda. Bahasa yang tidak ada dalam kamus Bahasa
Indonesia. Sebagai contoh bahasa prokem atau bahasa pergaulan adalah bapak
menjadi bokap,bikin menjadi kibin,pake menjadi kape,copet menjadi tukang bola,
preman tua menjadi pertu. Bahasa baku atau Ejaaan Yang Disempurnakan merupakan
bahasa yang digunakan dalam komunikasi resmi, seperti surat menyurat,komunikasi
didepan umum dan dalam rapat resmi.
Dalam
menghadapi era globalisasi sekarang ini bahasa sebagai alat komunikasi antar
personal dan sebagai alat pemersatu bangsa semakin mengalami pergeseran bentuk.
Dengan adanya bahasa pergaulan anak muda sekarang lebih senang menggunakan
bahasa pergaulan ketimbang bahasa baku yang diajarkan disekolah-sekolah maupun
lembaga institusi.
Dampak yang ditimbulkan dari bahasa pergaulan mungkin akan berpengaruh dalam lingkungan kerja anak muda suatu saat nanti. Baik itu dalam surat-menyurat ataupun dalam rapat resmi. Seseorang yang menggunakan bahasa baku tentunya akan lebih enak didengar dan lebih enak dibaca dalam surat-menyurat.
Dampak yang ditimbulkan dari bahasa pergaulan mungkin akan berpengaruh dalam lingkungan kerja anak muda suatu saat nanti. Baik itu dalam surat-menyurat ataupun dalam rapat resmi. Seseorang yang menggunakan bahasa baku tentunya akan lebih enak didengar dan lebih enak dibaca dalam surat-menyurat.
Peran Orang Tua
Peran orang tua
dan guru sebagai pendidik dan pengawas dalam perkembangan bahasa para remaja.
Remaja sekarang ini sudah selayaknya bangga dengan Bahasa Indonesia agar jangan
sia-sia semangat pemuda – pemuda sebelumnya dalam mempersatukan Indonesia yang
tercantum dalam teks Sumpah Pemuda bunyi yang ketiga. “Kami poetra-poetri
Indonesia mendjoengdjoeng bahasa persatoean,bahasa Indonesia.Sudah selayaknya
anak remaja kita melestarikan bahasa yang sudah ada pedoman ejaan yang
disempurnakan. (MA)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar